Apakah UPS sebaiknya dihidupkan selama 1×24 jam

Apakah UPS sebaiknya dihidupkan selama 1×24 jam

Uninterruptible Power Supply itu berbeda dengan AVG / Stabilizer, didalam ups itu terdapat AVG, Charger, Battery, PFC (Power Factor Correction), Isolation Trafo, Grounding Resistor, Inverter. Jadi bukan hanya sekedar men-stabilkan Tegangan bahkan bisa men-stabilkan Frekuensi, tegangan Grounding dan mencegah dari cacat atau gangguan pada tegangan listrik, arus dan frekuensi serta tegangan grounding yg terlalu tinggi. serta Battery yg dapat mem-back-up tegangan listrik bila tegangan utama (dr PLN) mati.

Nah UPS ini memiliki semacam detektor apabila Battery sudah terisi penuh maka charger akan berhenti bekerja. Dgn kata lain tdk menge-charge battery dan apabila battery arus nya berkurang maka charger akan kembali bekerja (menge-charge). Dan apabila berkurangnya umur battery, itu tergantung dari charge -recharge nya. apabila tegangan utama mati maka battery otomatis terpakai dan ini yg menyebabkan umur battery berkurang.
Jadi sebaiknya dinyalakan selama 24 jam.

(Source : Rizky Damanhuri [damanhuri_26@yahoo.com]

Untuk lebih menjamin peformance UPS tersebut mungkin bisa melakukan pengecekkan battery. Dan tidak menghabiskan battery jika mati listrik.

Tinggalkan komentar